SOLUSIINSPIRASI.COM  – Momentum bersejarah tercipta di Universitas Mega Buana saat Prof. Dr. Andi Alim, SE., S.Km., M.Kes. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sosiologi Kesehatan Masyarakat pada Sabtu (20/6). Pengukuhan ini menjadi tidak penting dalam perjalanan akademik sekaligus kontribusi nyata beliau bagi perkembangan ilmu kesehatan masyarakat di Indonesia.

Acara yang berlangsung khidmat di ruang sidang senat terbuka ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta kolega yang datang memberikan dukungan atas pencapaian akademik tertinggi tersebut. Kehadiran para undangan mencerminkan besarnya apresiasi terhadap dedikasi Prof. Andi Alim dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam prosesi tersebut, Prof. Andi Alim menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Transformasi Sosial, Kesehatan dan Keadilan: Membangun Paradigma Sosiologi Kesehatan yang Emansipatoris dan Transformatif.” Orasi ini merefleksikan hubungan erat antara perubahan sosial, kondisi kesehatan, dan pentingnya keadilan sosial di era modern.

Melalui pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa kesehatan tidak boleh dipahami hanya dari perspektif biologi maupun medis semata.

“Ketimpangan akses layanan kesehatan, kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, hingga marginalisasi kelompok tertentu merupakan faktor sosial yang berpengaruh besar terhadap derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan harus dilihat sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial,” ujar Prof. Andi Alim.

Ia menekankan dua poin utama dalam gagasan barunya:

  • Pendekatan Emansipatoris: Tujuan memberdayakan masyarakat agar tidak sekedar menjadi objek pembangunan, melainkan subjek aktif yang ikut menentukan arah kebijakan kesehatan agar sesuai dengan kondisi sosial di lapangan.

  • Pendekatan Transformatif: Mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan perubahan sosial yang konkret demi menghapus segala bentuk ketidakadilan. Menurutnya, kesehatan adalah hak dasar yang harus dapat diakses tanpa diskriminasi status ekonomi, geografis, dan latar belakang sosial.

Gagasan pertukaran ini mendapat tanggapan positif dari para sejarawan yang hadir. Pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan aspek sosial dan kesehatan dinilai sangat mendesak untuk menjawab tantangan zaman, mulai dari perubahan pola penyakit hingga kesenjangan pelayanan akibat pesatnya teknologi.

Di mata para sahabat dan kolega, keberhasilan Prof. Andi Alim merupakan buah dari konsistensi, kerja keras, dan komitmen panjang. Beliau dikenal sebagai sosok ilmuwan yang produktif sekaligus memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Bagi Universitas Mega Buana sendiri, pengukuhan ini menjadi kebanggaan besar yang memperkuat kapasitas akademik institusi dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi. Kehadiran Prof. Andi Alim diharapkan mampu melecut motivasi para dosen muda dan mahasiswa untuk terus berkarya.

Di akhir orasinya, Prof. Andi Alim mengajak seluruh akademisi, praktisi kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk berkolaborasi membangun sistem kesehatan yang inklusif. Pengukuhan ini bukan sekedar pencapaian pribadi, melainkan simbol komitmen dunia akademik dalam mengawal kesehatan sebagai hak universal demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, setara, dan berkeadilan.