SOLUSIINSPIRIASI.COM — Pengalaman panjang di dunia akademik dan organisasi olahraga mengantarkan Dr. Fahrizal, S.Pd., M.Pd., pada amanah baru di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia resmi dilantik sebagai Wakil Dekan III FIKK UNM pada Rabu, 16 September 2026.

Prosesi pelantikan diadakan di Ballroom Teater Lantai 3 Menara Pinisi UNM. Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, SH, M.Hum., memimpin langsung pelantikan tersebut yang juga mencakup sejumlah pejabat lain di lingkungan universitas.

Momentum ini menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi Fahrizal dalam jajaran pimpinan fakultas. Bidang yang diembannya bersentuhan langsung dengan dinamika kemahasiswaan, ruang pengembangan prestasi, serta berbagai aktivitas yang menunjang pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan di FIKK.

Dalam arahannya, Prof. Farida mengingatkan bahwa jabatan di perguruan tinggi tidak berhenti pada aspek administrasi saja, melainkan harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata yang memberikan manfaat bagi unit masing-masing maupun universitas secara keseluruhan.

“Jabatan yang diberikan harus dijawab dengan kerja dan tanggung jawab. Para pejabat yang hari ini dilantik diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik di unit masing-masing, bekerja bersama, dan memastikan setiap program memberikan kontribusi bagi kemajuan Universitas Negeri Makassar,” ujar Farida.

Ia juga menekankan pentingnya semangat baru, kemampuan membaca kebutuhan unit kerja, serta koordinasi yang kuat demi menjaga program institusi institusi. “Kita membutuhkan semangat untuk terus melakukan perbaikan. Saya berharap amanah ini dijalankan dengan integritas, komitmen, dan kemauan berkolaborasi,” tambahnya.

Bagi Fahrizal, lingkungan FIKK bukanlah ruang baru. Ia telah mengabdikan diri sebagai dosen UNM sejak 2009 dan dipercaya sebagai Kepala Laboratorium Program Studi Fisioterapi FIKK UNM sejak 2024.

Jejaknya bermula dari akademik di kampus berandalan becak tersebut dengan merampungkan sarjana pada tahun 2006 dan magister pada tahun 2009, sebelum akhirnya meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2017.

Di luar kampus, kiprah profesional dan organisasinya sangat luas. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengprov IPSI Sulawesi Selatan (2021–2025), Ketua Bidang Sport Science KONI Sulawesi Selatan (2022–2026), serta Ketua Bidang Sertifikasi dan Lisensi PB Asosiasi Bola Tangan Indonesia (2022–2026).

Pada tahun 2026, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Pengprov IPSI Sulawesi Selatan serta Wakil Ketua Bidang Teknik dan Perwasitan PB ORADO Indonesia. Di tingkat alumni, ia mengemban tugas sebagai Wakil Sekjen Bidang Pemuda dan Olahraga DPP IKA UNM (2024–2029).

Komitmennya terhadap dunia literasi dan keilmuan juga dituangkan melalui sejumlah karya buku, di antaranya SKiFa Keterampilan Dasar Pencak Silat dan Sport Science dalam Mendukung Peningkatan Performa (2024), serta Fisioterapi Holistik: Sinergi Pendekatan Klinis, Fungsional, dan Psikologis dalam Rehabilitasi dan Pencegahan Disabilitas Olahraga (2026).

Berbekal jejak jejak tersebut, Fahrizal memandang kemahasiswaan bukan sekadar wadah kegiatan organisasi, melainkan ruang pelatihan dan penciptaan potensi seluas-luasnya bagi siswa untuk berkembang.

“Mahasiswa FIKK memiliki potensi yang beragam, baik melalui prestasi olahraga, akademik, organisasi, kewirausahaan, maupun bidang lainnya. Tugas kita adalah membuka ruang seluas-luasnya agar potensi itu berkembang dan memperoleh dukungan yang tepat,” ungkap Fahrizal.

Ia berkomitmen menghubungkan pola pelatihan mahasiswa dengan jejaring keolahragaan yang dimiliki FIKK, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan lebih awal untuk mengembangkan keterampilan dan membangun hubungan profesional.

“Jejaring FIKK dengan organisasi olahraga, alumni, pemerintah, dan mitra strategis merupakan kekuatan yang bisa kita optimalkan. Saya ingin mahasiswa memperoleh lebih banyak kesempatan untuk berkompetisi, berorganisasi, membangun jejaring, dan menunjukkan prestasinya,” tegasnya.

Sebagai landasan kerjanya, Fahrizal menempatkan komunikasi terbuka dengan siswa sebagai prioritas utama agar setiap pesan dan program pendampingan dapat berjalan secara produktif.

“Kita mendengarkan gagasan mereka, meredam programnya, dan bersama-sama menciptakan iklim kemahasiswaan yang aktif, produktif, dan berprestasi. FIKK harus menjadi tempat mahasiswa bertumbuh, bukan hanya secara akademik, tetapi juga dalam karakter dan kepemimpinan,” tutupnya.